Deprecated: Function Elementor\Core\Responsive\Responsive::has_custom_breakpoints is deprecated since version 3.2.0! Use Plugin::$instance->breakpoints->has_custom_breakpoints() instead. in /home/u4032649/public_html/halalvestor.com/wp-includes/functions.php on line 5379

Kisah Abdurrahman bin auf

Abdurrahman bin Auf adalah seorang pedagang sukses dan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling kaya. Kerja kerasnya dalam berdagang membuat Abdurrahman menjadi konglomerat dengan harta yang berlimpah di masa Nabi.Tetapi dengan kekayaannya yang dimiliki, dia justru menangis karena khawatir akan memasuki surga paling terakhir.

“Suatu ketika Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata, Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya, sehingga dihisabnya paling lama’’

Mendengar hal tersebut Abdurrahman bin Auf berpikir keras, bagaimana caranya agar dia kembali menjadi miskin supaya dapat memasuki surga lebih awal. Salah satu ikhtiarnya dengan bersedekah dengan membeli kurma yang hampir busuk dari para sahabat di Madinah. Semua pedagang pun sontak gembira karena kurma mereka bisa dijual, begitupun Abdurrahman bin Auf yang senang dan berharap akan jatuh miskin.

Namun suatu hari tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mengaku berasal dari utusan Yaman. Dia memberitakan bahwa di negerinya sedang terkena wabah penyakit menular, sehingga rajanya mengutus dirinya untuk mencari kurma busuk. Menurutnya, kurma busuk adalah salah satu obat yang bisa menyembuhkan dari penyakit menular itu. Akhirnya utusan raja Yaman tersebut memborong semua kurma milik Abdurrahman bin Auf dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Berkat kedermawanannya itu, tidak membuat Abdurrahman bin ‘Auf langsung jatuh miskin, justru kehidupannya terus meningkat. Keberhasilannya dalam bisnis membuatnya dijuluki sebagai tangan emas, karena apapun yang dikerjakan selalu sukses dan membuahkan hasil yang besar. Di saat Abdurrahman bin Auf merelakan semua hartanya agar jatuh miskin, saat itu pula Allah memberikan limpahan harta berkali-kali lipat untuknya. Hingga pada waktunya, dia meninggal di usia 72 tahun dan masuk dalam deretan 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga. Baginya, warisan terbaik yang ditinggalkan pada keluarganya saat meninggal bukanlah harta atau kekayaan, melainkan ajaran Islam dan teladan dari Rasulullah SAW.

Dari kisah Abdurrahman bin Auf ini mungkin kita bisa belajar, bahwa harta bukanlah segalanya.

#halalvestor

Leave a Reply

Your email address will not be published.