Esensi Profit dan loss Sharing Dalam Islam

Esensi Profit dan loss Sharing Dalam Islam
Kontrak profit-Loss Sharing merupakan akad dalam perjanjian kontrak yang di lakukan olah kedua belah pihak dengan memiliki resiko dan keuntungan yang sama sesuai kesepakatan sebelumnya.
Prinsip Profit – Loss Sharing dekat hubungannya dengan akad murabahah dan akad musyarakah, dimana akad murabahah merupakan akad kerjasama antara 2 belah pihak atau lebih untuk menginvestasikan dana dengen keuntungan yang di dapat sesuai kesepakatan sebelumnya dan kerugain di tanggung oleh pemilik modal, dan akan di tanggung oleh keduannya jika menggunakan akad musyarakah.
Prinsip ini menunjukan unsur keadilan terhadap kedua belah pihak ketika masing-masing mendapatkan keuntungan atau kerugian, berbeda dengan instrument yang menggunakan prinsip Bunga lebih cenderung memihak kepada pemilik modal.
Di zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hal ini sudah biasa dikenal. Hal ini diperbolehkan dan disyariatkan. Di antara dalilnya adalah sebuah atsar dari Hakim bin Hizam radhiallahu ‘anhu: “Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam, dulu beliau menyerahkan harta untuk diusahakan sampai ajal tertentu. Beliau memberi syarat pada usahanya agar jangan melewati dasar wadi (sungai kering), jangan membeli hewan dan jangan dibawa di atas laut. Apabila pengusahanya melakukan satu dari ketiga hal tersebut, maka pengusaha tersebut wajib menjamin harta tersebut. Apabila pengusahanya menyerahkan kepada yang lain, maka dia menjamin orang yang mengerjakannya.”[1HR Ad-Daruquthni dalam Sunananya no. 3033].
Ini dapat membantu pengusaha yang belum memiliki modal untuk memulai usahanya, dan juga dapat bermanfaat bagi banyak orang untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Dengan syariat islam yang dijalankan maka Insha Allah segala hasilnya dari akad tersebut bisa mencapai keadilan bagi pihak yang terlibat.

Leave a Reply